Oh sulitnya bernafas di udara yang penuh dengan wajahmu.
Kau selalu memberi kesan indah disetiap ku melangkah,
hingga tak terasa kau bidadari surga
telah meyembuhkan luka,
yang teramat perih,
seperti tiada pernah
menyayat raga ini

Selalu sulit untuk menghindar
dari membayangkan raut manis wajahmu itu,
yang telah meresap
mengalir bersama darah
dalam pembuluh nadiku.
Seperti telah menyatu,
hingga hanya merasa utuh
bila denganmu.

Tak perlu kau janjikan
cintamu hanya untukku,
cukuplah kau sandingkan
hatiku di hatimu.
Tinggal senyap dan tertidur lelap,
bermimpi di bawah bintang-bintang
yang kan terus terkenang.

Tak perlu tuk terungkapkan
malaikat cintamu.
Kan ku jadikan engaku ratu bidadari
yang bertahta diatas semua keindahan
dalam balairung cinta penuh lentera
dari kristal dan kaca yang bercahaya.
Abadi dan tak pernah binasa.

Tak perlu cinta engkau tanamkan,
akan ku tumbuhkan bunga
bersama desiran angin yang lembut,
diladang-ladang yang luas
penuh pesona,
kupu-kupu dan belalang yang menari
bersama burung-burung yang bernyanyi
dan selalu menyambutmu bagai mentari
karena hanya engkaulah embun pagi
yang pantas ku sebut sebagai
bidadari

_Bidadari
Oleh Andy Riyan
Yogyakarta, 10 Januari 2015

Leave A Comment

Recommended Posts