Aku hilang dalam diriku sendiri. Seperti mengendarai bintang saat
bermimpi. Memahkotai kata tuk terangkai menjadi puisi. Namun kosong
dalam jiwa… nyawa itu telah lama mati.

Andaikan dirimu yang
kini, yang dulu ku hias engkau sebagai embun pagi. Masih memercik
butiran bening dalam relung fikirku… Aku tak kan begini. Hilang dalam
diri sendiri.

Beberapa ku mengharapkannya, seperti ketika ku
menulis awal semula. Semua kata berjalin indah. Memenuhi diriku dengan
dirimu hidup di hatiku. Berkelana
kemanapun aku kembali kepadamu. Karena aku mempercayaimu. Karena dirimu
dengan senang membaca puisi-puisiku. Berjalan seiring dengan hasratku.
Memandang dunia luas menembus tiap batas. Berkelana bebas bergembira
dalam imajinasi. Menguasai kata dan membawa mereka mengisi jiwa.

Beberapa ku mengaharapkannya, sekuat diriku dalam meminta, dalam setiap
usaha yang ku iringin do’a. Dalam setiap do’a ku selipkan nama. Untuk
cinta yang semula hanya menyapa.

____Semula Hanya Menyapa.
Saya, Pemgembara.

Leave A Comment

Recommended Posts