Barangkali ini adalah novel yang paling kental dengan keagamaan, yang kepada orang Indonesia pertamakali dikenalkan oleh K.H. Abdurrahman Wahid atau Gusdur. Wih. Jadi semakin menarik, kan?

Di novel ini banyak catatan kaki. Panjang-panjang. Sudah seperti skripsi. Catatan kaki ini memang diperlukan, sebagaimana telah disinggung pada pengantar bahwa meskipun Potok telah memasukkan informasi terkait Hasidisme untuk menggambarkan himpunan bagian dari budaya Yahudi, Namun ada detail-detail dasar yang diperlukan untuk pemahaman yang lebih besar terhadap novel, dan yang paling mendasar dari informasi ini ialah menyangkut Talmud dan Taurat.

“Keahlian mengenai Talmud merupakan kecakapan yang paling divari setiap pelajar yeshiva, sebab hal ini merupakan jaminan otomatis untuk reputasi kecerdasan.” hal. 6

Aku masih progres membaca buku ini, dan progresnya seringkali aku update di utas medsosku di sebelah (Twitter), kalau pengen tahu gimana progress-nya sinak aja di sana.

Salah satu progres yang kucatat kira-kira sepert ini:“ Dua kalimat yang setara dan tidak bertentangan dihubungkan dengan ‘namun’, emang bisa ya? Agak janggal. Mestinya dihubungkan dengan penghubung ‘dan’. Kesalahan penerjemahan atau gimana ya ini. Ah! Bikin rese aja satu kata ini.

Tapi emang di Bahasa Inggris-nya pakai ‘but’. Arghhhh! Rese!

Dalam bahasa matematika ‘dan’ dan ‘tetapi’ itu memang sama, disimbolkan dengan v terbalik. Kalau dalam Bahasa ada yang enggak enak jika ‘dan’ dan ‘tetapi’ nilainya bisa disamakan. Ah! Rese! Dah lah… istirahat dulu. Sial.”

Sampai di sini dulu ya. Selamat pagi. 😉
https://www.instagram.com/p/CZ-cJQ9BSlb/?utm_medium=tumblr

Leave A Comment

Recommended Posts